Apr 0829th

KPK : Pahlawan Anti Korupsi Indonesia

Pahlawan Anti Korupsi IndonesiaKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di bawah komando Antasari Azhar mulai menunjukkan taringnya. Dalam tempo kurang dari empat bulan, sejumlah pejabat negara dan daerah yang diduga melakukan korupsi telah dijadikan tersangka dan bahkan ditahan.

Contohnya, hanya selang sehari setelah menangkap anggota Komisi IV DPR Al Amin Nur Nasution, KPK menahan Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah dalam kasus aliran dana Rp 100 miliar untuk anggota DPR dan penegak hukum. Dua anggota DPR yang diduga menerima dana itu, yakni Antony Zeidra Abidin dan Hamka Yandhu menjadi tersangka dan ditahan. Walaupun ada pihak yang menilai KPK masih tebang pilih menangani korupsi, tak bisa dimungkiri KPK memberi secercah harapan dalam pemberantasan korupsi di negeri ini. Tentu hal ini tak lepas dari peran dan kerja keras anggota KPK mulai level pimpinan sampai pegawai rendahan. [Oleh : Didit Majalolo, Suara Pembaruan]
Read the rest of this entry »

Apr 0815th

Citrix WANScaler ? Buat apa ya…

Itu pertanyaan saat pertama kali dengar istilah itu, trus kemudian ngeliat barangnya. Penasaran, barangnya unik aja, seperti modem tapi kok gedean, kayak switch tapi kok gak ada port-port-nya ? Minggu lalu baru ada pencerahan bahwa ternyata nih alat berfungsi sebagai akselerator aplikasi dan optimisasi koneksi dari jaringan ke jaringan yang juga menggunakan WANScaler.
Merupakan salah satu produk dari Citrix, yang memang dikenal bergelut dalam teknologi ‘peningkatan akselerasi dan kemudahan akses’ dalam jaringan. Sebelumnya pernah dengar GoToMyPC, yang memberikan kemudahan untuk mengakses PC-PC di kantor, sedangkan kita gak lagi dikantor. Kita cukup masuk ke url kantor yang udah dipasang GoToMyPC dan memilih PC-PC mana yang akan di-remote dari tempat duduk kita sekarang.

Read the rest of this entry »

Apr 0813th

‘Jangan Kutip Roy Suryo !’

Dulu, waktu Gus Dur masih menjadi Presiden, dan menjelang akhir masa ke-presiden-nya. Setiap komentar beliau terhadap hal-hal yang menjadi tren saat itu selalu menghiasi media massa. Sebetulnya jauh sebelum itu Gus Dur juga udah sering berkomentar dan selalu ditayangkan oleh media. Dan dapat ditebak komentar-komentar ‘nyeleneh’ dari sang kiyai ini serta merta menjadi pro-kontra dari berbagai pihak. Aku sih selalu dalam posisi kontra, yang pro waktu-waktu itu tentu saja PKB dan komunitas NU (terakhir kini mereka sepertinya terpecah belah).

Nah, disetiap ada berita Gus Dur, telingaku langsung tegak, menyimak dan ujung-ujungnya sumpah serapah gak jelas. Semua berita koran aku lahap, kalo’ ada di tv langsung dideketin. Hatiku panas, ngeliat Gus Dur bikin emosi naik. Apalagi waktu masa-masa jadi Presiden, menurutku Gus Dur seperti diatas angin yang berhembus entah kemana. Menganggap diri seperti dewa dan sekali lagi ujung-ujungnya sumpah serapah gak jelas. Pokoknya gak setuju banget sama Gus Dur.

Read the rest of this entry »

Apr 0813th

Huegss.. pada ilang ?

Ada apa ya ? aneh nih, beberapa postingan setelah migrasi kok pada ilang ya ? dan beberapa settingan kembali seperti dulu sebelum migrasi ? Postingan tentang kronologis idup-nya lagi blog ini ? Haiyah, kok pada ambless ??

hohoho.. kerjaan siapa nih ? blogger apa hacker ? huh ! jangan-jangan ? jangan-jangan… :p

Mar 0822nd

Libur panjang sekali..

Libur panjaaaangg…
Hehehe.. gak ngaruh lagi sekarang. Kalo’ belum boyongan, hampir dapat dipastikan pasti aku terbang lagi ke Depok. Sekarang udah tenang dan always bersama istri dan anak. Saatnya berbenah lagi apa-apa yang belum beres di rumah.

Pertama kali boyongan, rumah masih kosong dan barang-barang bawaan berserakan sana-sini. Maklum darurat. Sekarang, Alhamdulillah pelan-pelan dah terisi setidaknya default untuk hidup yang layak hehe..

Mar 087th

Libur lagi..

Hehe.. libur lagi, cuma sempat nulis kalo’ lagi liburan.
Di rumah rame, ada kunjungan dari ’datok dan nenek’-nya chacha dari Pontianak. Datengnya tanggal 5 kemaren. Kasian orang tua, soalnya perjalanan dari Pontianak ke sini kudu ke Jakarta dulu. Jadi-lah perjalanan-nya serasa bolak balik, Kalimantan – Jawa – Kalimantan lagi.

Dulu juga sempat protes, setelah tau tidak ada penerbangan langsung dari Pontianak – Banjarmasin. Padahal kota satu pulau, kalau diukur lamanya perjalanan juga lebih ringkas Pontianak – Banjarmasin dibanding Pontianak – Jakarta. Dapat dibayangkan kalo’ ntar mudiknya mau ke Pontianak, boyongannya ribet 2 rute penerbangan. Mungkin karena traffic-nya kering, jadinya gak ada maskapai yang mau ngadain rute langsung Pontianak – Banjarmasin.

Mar 081st

11 Koli boyongan..

Lagi-lagi weekend.
Tapi sekarang keadaan udah jauh berbeda. Udah gak di rumah dinas lagi.
Alhamdulillah udah berhasil melewati prosesi boyongan dan menempati rumah kontrakan yang jadi incaran waktu itu. Wuih.. seru abis.
Total ada 11 koli yang diboyong dari Jakarta menuju Banjarbaru. Belum termasuk koper dan tentengan lainnya. Melewati 3 tahap pengangkutan.
Tiga koli pertama waktu masih di Depok, pake’ pos via laut. Nyampe’-nya sekitar 2 minggu setelah pengiriman. Untung ada temen kakak yang udah stay disini waktu itu, jadinya numpang dulu barang-barangnya. Trus, 6 koli via kargo bandara. Nyampe’-nya satu hari, biayanya juga murah Cuma 4000-an per kilo. Tapi jangan tanya prosedurnya ribet banget, mana pungutan sana-sini-nya banyak. Mana pake’ bongkar-bongkar segala gara-gara ada lotion dalam sebuah koli, sepertinya sih Cuma akal-akalan biar kita takut dicekal, ujung-ujungnya duit. Kapan-kapan diceritain detailnya. Nah sisanya koli masuk bagasi waktu boyongan. Bayangin aja rata-rata setiap koli sebesar kotak monitor 15 inch, malah ada pake’ kotak bekas AC 2 PK, gede euy.

Chacha lagi-lagi memperlihatkan ke-antengan yang mantap selama perjalanan. Sama waktu perjalanan ke Pontianak mudik lebaran kemaren. Kita-kita udah pada was-was takut chacha stress dan rewel selama perjalanan. Eh, taunya nyante aja. Persis waktu boyongan kemaren. Malah ketawaketiwi dotcom. Di pesawat juga ok banget. Pengalaman sih, kalo’ ada anak kecil di pesawat rasanya suka rewel, nangis2 dan gak betah. Chacha malah tidur. Ibunya juga jadi gak stress, en bisa nikmatin perjalanan. Soalnya baru kali ini juga ngerasa perjalanan pesawat hampir satu setengah jam.

Ah gimanapun repotnya boyongan, yang penting bisa ngumpul lagi.
Itu yang penting. Itu yang gak terbeli.. justru akan membayar semua hal yang menjadi konsekuensi kepindahan ini.

For my lovely wife and my little queen…

Feb 0827th

Kembali ke Banjarbaru

Hari pertama masuk setelah PS.
Akhirnya datang juga hari ini. Masa PS yang sarat dengan cerita. Alhamdulillah bergabung dengan tim yang senior-senior-nya baik banget. Bikin adaptasi di PS berlangsung smooth. Sejauh ini baru bisa melakukan yang terbaik buat tim.
Di-instruksiin apa aja siap, minta dokumen ini itu ke entitas, hayo, sampe’ ngangkat2 dokumen ? Hehe no problem, yang penting bisa do my best.

Nah, di masa PS juga baru sempat (apa terpaksa?) ndalamin ACL. Baru ngerti. Waktu diklat, masih gak ngeh ngapain susah-susah belajar ACL lagi, lha wong, Ms Access juga sama aja. Ms Excel juga oke. Data mysql ? ada phpmyadmin, atau MySQL-Front. Data dbf ? Pake’ dbase ato pake’ dbf extention. Data oracle ? Install Oracle. Repotnya dimana ?

Eh jauh setelah mikir gitu, baru bisa jawab saat PS. Tuh kan banyak raw data yang kemungkinan ada, juga perlu banyak software yang perlu dipersiapkan. Iya kalo’ semua yang dibutuhkan ada, kalo’ enggak ? Mau nyari Oracle 10g di sebuah kabupaten terpencil ? Sukur-sukur udah ada aliran listrik, setidaknya bisa nyalain laptop, kalo’ enggak ?

Itu salah satu hikmah PS kemaren. Dan yang paling berharga adalah ilmu yang didapat. Meski gak ikut diklat SPKD, akhirnya mulai ngerti bagaimana prosesi mengalirnya dana ke sebuah pemda, hingga pencairannya. Learning by auditing ?

Jadi ingat pepatah petinggi institusi ini dalam sebuah rapat kerja, ”setiap hari adalah belajar”. Tak perlu menjadi orang yang pintar, atau bahkan merasa pintar, yang penting tetap mau belajar dan bertanya kepada yang lebih tau.

Itu jauh lebih baik.

Feb 0810th

Dapet rumah..

Asiik.. akhirnya ada kandidat rumah kontrakan yang pas banget. Setelah kontak sana sini, seliweran bolak-balik, Allah menunjukkan juga tempat yang the best dari sekian banyak pilihan dari survey kemaren-kemaren. Tinggal masalah ’administrasi’-nya aja yang perlu diberesin. Gak pa-pa yang penting udah ada target yang diincar.

Kemaren-kemaren udah hopeless banget.
Dah pasrah deh, berapa lama lagi waktu yang dibutuhkan untuk hunting rumah.
Allah memang selalu mendengar doa hamba-Nya. Saat kita udah berusaha semaksimal mungkin, tinggal ber-tawakkal dan rasanya tiba-tiba Dia memberikan jawaban.

Sebentar lagi boyongan segera tiba..

Feb 089th

Libur nggak jadi..

Libur bersama dicabut pemerintah tanggal 8 kemaren.
Hehe, pengumumannya pas H-1. Aneh, pemerintah ada-ada aja. Terkesan sradak-sruduk. Kenapa baru diumumin H-1. Kenapa juga cuti ’harus’ diatur pemerintah. Jadi inget tentang tajuk sebuah media cetak tentang cuti bersama penghujung tahun kemaren. Betapa lamanya liburan waktu itu, mencapai 2 minggu. Ditambah lagi dengan cuti bersama tanggal 11 Januari, seminggu kemudian. Cukup ironis jika membandingkan dibelahan dunia yang lain, saat yang bersamaan sedang berpacu dengan segala aktivitas bisnis di tahun yang baru. Sedangkan di Indonesia sedang asik-asiknya liburan, waktu berjalan lambat, aktivitas ekonomi nyaris juga dalam keadaan slow motion.
Untungnya beberapa bank memutuskan untuk tetap buka di hari-hari panjang itu. Menilik itu semua, pantas kita lagi-lagi tertinggal sekian langkah dibelakang.

Seminggu lebih setelah mulai PS.
Akhirnya tau juga, gimana real-nya PS. Waktu masih diklat Cuma dengar-dengar cerita dan teori-teori aja. Itu sayangnya, kenapa pusdiklat gak ngasih materi ’magang’ PS waktu masa diklat kemaren. Ya minimal sekali-lah untuk turut dalam tim yang sedang PS. Cukup satu hari aja, ngerasain gimana real-nya PS. Entah mungkin koordinasi-nya sulit, tapi kedepan menurutku itu penting banget buat salah satu materi diklat yang harus dijalani pegawai baru.

Atau kalo’ enggak-pun, cukup bikin simulasi aja, misalnya ada tim yang bertindak sebagai auditee dan yang lain sebagai auditor. Trus, jalankan langkah-2 dalam P2, yang telah dibuat, dari entry briefing sampe’ dengan exit briefing. Sekedar ide aja..

« Previous entries
Welcome to aan's blog.